Ringkasan Rapat Workshop Konsultasi Penyelesaian Matriks 4 Rencana Aksi Nasional (RAN) TPB/ SDGs 2021-2024

Ringkasan Rapat Workshop Konsultasi Penyelesaian Matriks 4 Rencana Aksi Nasional (RAN) TPB/ SDGs 2021-2024

Dalam berkomitmen untuk mencapai tujuan SDGs tahun 2030 dan mengupayakan Indonesia sebagai negara maju. Dalam satu tahun ditargetkan maju 5,7 % tapi dikarenakan pandemi Covid 19 tidak mungkin dicapai jika tidak tumbuh lebih tinggi lagi minimal harus mencapai 6 % per tahun jika tidak ingin didahului oleh negara lain yaitu Filipina dan Vietnam. Indonesia perlu mengupayakan target-target yang terdisrupsi kembali on track. Dikarenakan ada beberapa dampak Covid 19 yang berpengaruh dalam pencapaian target SDGs maka tidak bisa jika hanya diupayakan oleh satu atau dua pihak saja seperti hanya pemerintah saja, perlu adanya kolaborasi seluruh pihak dengan tidak merugikan sustainable development yang berisi people, prosperity, peace, partnership, dan planet. Kolaborasi semua pihak sangat penting dilakukan agar mencapai akselerasi pencapaian target SDGs. Oleh sebab itu, perlu direncanakan dengan lebih sistematis agar bisa melihat secara jelas progress dan gap serta bersama-sama menyusun upaya dan inovasi yang dibutuhkan.

Merevisi RAN dengan menyusun RAN 2021-2024 dan melengkapi periode selanjutnya untuk mencapai SDGs  sudah sampai rincian output, sudah cukup detail untuk mengkompilasi lebih sistematis. Dalam proses penyelesaian matriks 4 yang mengacu pada metadata pada beberapa perusahaan sudah mulai berjalan walaupun ada bebarapa perusahaan yang masih mencari tahu atau mempelajari bagaimana berkontribusi dalam matriks RAN.

Terdapat pemahaman umum yang mispersepsi dipublik tentang inisiatif SDGs. Inisiatif tidak selamanya responsibility tetapi berkontribusi pada pencapain SDGs. Banyak inisiatif yang tidak dilaporkan padahal bisa membantu dalam pencapaian SDGs. Seringkali yang tercatat hanya perusahaan secara umum tapi untuk supply chain tidak tercatat. Perusahaan perlu mencatat apa yang terjadi di supply chain, tapi apakah itu cukup? Apa perlu elaborate  lebih lanjut? Sehingga apa pun yang terjadi di lapangan terkait dengan SDGs bisa dengan mudah difasilitasi dan apresiasi. Semua praktik harus masuk dalam laporan tahunan tidak hanya bicara soal angka tapi diterjemahkan dalam activity/lapangan agar bisa dipertanggung jawabkan dengan tujuan semua tercatat.

Perusahaan-perusahaan besar diharapkan tetap berkontribusi dalam RAN dan untuk supply chain yang tidak bisa mengisi matriks diharapkan perusahaan dapat membantu dalam pengisian matriks. Terdapat usulan juga untuk bappenas atau sekretariat SDGs  dalam penyelesain matriks yaitu dengan memberikan respon atau feedback bagi perusahaan yang sudah submit, apakah sudah mendekati harapan atau masih ada yang perlu dikonsultasikan lebih intensif. Untuk saat ini, pemberian saran atau feedback sudah dalam proses.

Leave a Reply