Duta Kampus SDGs Universitas Hasanuddin Ciptakan Inovasi Program Pemberdayaan Peternakan Berkelanjutan untuk Dukung Perekonomian Lokal 

Duta Kampus SDGs Universitas Hasanuddin Ciptakan Inovasi Program Pemberdayaan Peternakan Berkelanjutan untuk Dukung Perekonomian Lokal 

Samintang, Duta Kampus SDGs Universitas Hasanudin (UNHAS), bersama tim SDGs Center UNHAS memimpin inisiasi program pemberdayaan peternakan berkelanjutan di kelurahan Mataran, kecamatan Anggereja, kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Pemilihan daerah tersebut didasarkan pada latar belakang kabupaten Enrekang sebagai salah satu daerah peternak sapi perah terbesar di Sulawesi Selatan.  Khusus untuk kelurahan Mataran, telah dikenal sebagai penghasil produksi olahan susu keju yang disebut dangke yang merupakan makanan khas kebanggaan setempat.

Dangke memiliki prospek yang terbilang cukup besar karena tingginya permintaan pasar. Namun karena produksi dangke masih berbasis industri rumahan, sehingga di kelurahan Mataran sendiri menghadapi permasalahan seperti; rendahnya produktivitas, kemampuan SDM yang masih minim, tingginya biaya pakan, akses permodalan terhambat, kemitraan lintas sektoral yang belum terintegrasi, ketidakstabilan harga, hingga sistem pemasaran yang belum maskimal. Terlebih di masa pandemi yang berlangsung sampai sekarang, memberikan dampak di sektor ekonomi yang memengaruhi proses produksi dan pemasaran dangke yang belum optimal.

Berdasarkan pengamatan masalah dan potensi di lapangan, tim Duta Kampus SDGs Universitas Hasanudin melakukan pemberdayaan holistik untuk menciptakan inovasi dan diversifikasi dangke sebagai local food unggulan di kelurahan Mataran. Program pemberdayaan dilakukan melalui pengembangan potensi peternak dan pembuat dangke dengan sistem hulu ke hilir yang langsung melibatkan masyarakat setempat.

Adapun program komprehensif yang telah diimplementasikan secara luring meliputi; sosialisasi program, pelatihan feeding trial, recording, sanitasi, dan pembuatan pakan ternak (silase), pembentukan kelompok usaha, pelatihan digital marketing dan accounting, festival dangke, serta yang terakhir adalah pengolahan dangke (Chip’D Mataran, minuman Whey, ice cream, keju mozzarella). Pelaksanaan program pemberdayaan yang telah dilakukan secara luring dilanjutkan dengan koordinasi antar sektor, khususnya dengan Kelompok Usaha Dangke, untuk memastikan program ini terus berjalan. Realisasi program pemberdayaan tersebut diharapkan dapat mendorong  produktivitas, meningkatkan keterampilan, dan pendapatan masyarakat  kelurahan Mataran secara berkesinambungan. Lewat pempopuleran dangke sebagai komoditas unggulan di Enrekang, dimaksudkan juga untuk menunjukkan eksitensi kearifan lokal yang bisa berkeskpansi dalam skala nasional hingga global.

Leave a Reply