Kolaborasi dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia

Kolaborasi dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia

Rapat Koordinasi dengan Mitra Pembangunan

Jakarta, 26 Juli 2018

 

Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Rapat Koordinasi dengan Mitra Pembangunan untuk membahas bagaimana mempererat kolaborasi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) di Indonesia. Mitra pembangunan yang dilibatkan dalam pertemuan ini diantaranya dari lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Kedutaaan Besar negara-negara ASEAN, Kedutaan Besar negara-negara sahabat yang merupakan mitra pembangunan Indonesia dari benua Australia, Eropa, Afrika, Asia dan Amerika.

Dalam sambutannya di sela-sela makan malam bersama para tamu undangan, Menteri Bambang menyampaikan bahwa SDGs adalah langkah global yang sistematis dan perlu melibatkan multipihak agar TPB/SDGs tercapai. Indonesia berkomitmen tinggi untuk mengimplementasikan SDGs baik di tingkat nasional maupun subnasional, bahkan hingga ke tingkat komunitas atau masyarakat. Namun demikian, mengingat target-target dan indikator-indikator SDGs luas dan komprehensif, maka diperlukan adanya kemitraan yang erat baik platform pemerintah, filantropi dan dunia usaha, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, praktisi, mitra pembangunan dan pemangku kepentingan lainnya. Wujud komitmen Indonesia terhadap SDGs telah dimulai jauh sebelum dideklarasikannya SDGs pada September 2015 dengan mensinergikan 94 target SDGs kedalam RPJMN 2015-2019. Komitmen ini akan dilanjutkan dan lebih ditingkatkan dengan mengintegrasikan lebih banyak target SDGs kedalam dokumen RPJMN 2020-2024.

Paradigma baru yang dibawa oleh SDGs telah merubah pendekatan Pemerintah Indonesia dalam merencanakan dan melaksanakan kebijakn pembangunan.  Selaras dengan prinsip “No One Left Behind”, SDGs mendorong Agenda Pembangunan Nasional menjadi lebih partisipatif dan melibatkan multipihak yang luas baik pemerintah maupun nonpemerintah. Kebijakan-kebijakan pembangunan disusun bersama-sama dengan multipihak, sehingga rasa kepemilikan atas RPJMN menjadi tumbuh lebih kuat dan diharapkan pelaksanaannya tidak akan meninggalkan siapapun.

Menteri Bappenas juga menyampaikan kepada mitra pembangunan yang hadir akan capaian-capaian yang telah berhasil Indonesia lakukan sehingga Indonesia dinilai sebagai salah satu contoh dan pioneer dalam pelaksanaan SDGs di tingkat dunia. Capaian tersebut diantaranya selain telah diarusutamakannya SDGs ke dalam RPJMN juga telah disusunnya berbagai pedoman untuk pelaksanaan SDGs di Indonesia, serta dokumen Rencana Aksi baik Nasional dan Daerah, dan telah dilaporkannya di tingkat global capaian SDGs di Indonesia pada tahun 2017 di PBB.

Capaian SDGs Indonesia tersebut tidak lepas dari dukungan dan kerjasama dengan mitra pembangunan dan negara sahabat Indonesia. Pada kesempatan ini, Menteri PPN/Kepala Bappenas juga menyampaikan apresiasi kepada mitra-mitra pembangunan dari berbagai negara; diantaranya Australia melalui DFAT, UNDP, UNICEF dan ADB atas dukungannya kepada Sekretariat SDGs. Kedutaan Jepang melalui JICA yang telah mendukung dalam monitoring dan evaluasi, serta Voluntary National Review (VNR) 2017 juga pada penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) dan draft Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk DKI Jakarta. Kedutaan Jerman melalui GIZ yang saat ini mendukung Sekretariat SDGs dan pendampingan pelaksanaan SDGs di empat provinsi. UNICEF dan UNFPA atas dukungannya dalam pengembangan dan publikasi basis data (database) kemiskinan anak dan pemuda (youth). Apersiasi juga diberikan pada EU yang terus mendukung pelaksanaan SDGs pada level daerah dan penguatan peran masyarakat dan pemerintah daerah melalui dukungannya kepada NGOs di Indonesia. FAO Indonesia juga telah mendukung pengembangan indikator terkait nutrisi. UNRC yang telah mendukung inisiatif pengembangan website dan strategi komunikasi melalui media sosial, factsheet dan publikasi Peraturan Presiden tentang SDGs. Dan, Kedutaan Denmark melalui DANIDA dalam mengembangkan Roadmap Nasional Pelaksanaan SDGs 2030.

Kedepan, diharapkan kerjasama yang berkelanjutan dan lebih strategik, antara lain di bidang-bidang antara lain: pengembangan Database; penyusunan Peta Jalan; peningkatan kapasitas baik pemerintah maupun nonpemerintah di tingkat nasional dan daerah; pengembangan dan pelaksanaan Strategi Komunikasi; pelaksanaan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan termasuk pelaporan ke tingkat global melalui VNR 2019; upaya pencapaian rendah karbon, pengembangan Indikator yang masih belum terdefinisikan dengan dukungan Lembaga PBB Pengampu, serta dukungan kepada Sekretariat SDGs BAPPENAS yang membantu kerja dari Tim Koordinasi Nasional.

Menteri Bambang berharap dukungan dari DFAT, UNDP, Pemerintah Jerman melalui GIZ, JICA, EU dan Lembaga PBB serta mitra-mitra pembangunan lainnya dapat terus dilanjutkan agar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dapat tercapai sesuai harapan bersama.

Kerjasama mitra pembangunan diharapkan dapat berkelanjutan, antara lain di bidang; pengembangan database, roadmap, outreach – strategi komunikasi, monitoring evaluasi dan pelaporan, pengembangan kapasitas pelaksana SDGs, pengembangan indikator dari Lembaga PBB Pengampu, tematik isu; Rendah Karbon, dan mendukung Sekretariat SDGs Indonesia. “

Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Juli 2018

Leave a Reply

small_c_popup.png

SEGERA DIBUKA PENDAFTARAN
INDONESIA'S
SDGs ACTION AWARDS 2022

Apa itu SDGs Action Awards?

Indonesia’s SDGs Action Awards adalah penghargaan atau apresiasi Pemerintah Indonesia kepada para pihak yang telah menunjukan kinerja terbaiknya dalam bentuk aksi-aksi nyata yang berdampak untuk mendukung pencapaian target-target SDGs.

Siapa yang dapat mengikuti SDGs Award?

   Kementerian/Lembaga

    Pemerintah Daerah Provinsi

    Organisasi Masyarakat Sipil

    Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian

    Pelaku Usaha

    Organisasi Orang muda

Ingin mendapat notifikasi ketika pendaftaran dibuka?

Tinggalkan email Anda, kami akan mengirimkan notifikasi saat pendaftaran telah dibuka